Satu Minggu Sepuluh Hari

Dengungan angin dan mesin pesawat terus bernyanyi di dalam kepalaku

mempersembahkan kesinambungan akan indahnya hukum alam dan ciptaan manusia

dengungan yang memang adalah angin

ada dan tak ada pada saay yang bersamaan

aku tidak bisa lebih acuh akan kehadirannya

rumahku hanya beberapa jam lagi

semua hal aku lakukan untuk melupakan ilusi panjangnya waktu

musik film buku mimpi

semua ilusi ini aku paksakan untuk menguras waktu yang berjalan sangat lambat ini

pulang itu memang kata yang sangat kuat

kalau orang bilang cinta itu kata yang sangat kuat, saya rasa mereka belum tahu betapa peliknya hidup jauh dari rumah

dan lebih pentingnya lagi mereka belum tahu arti kata pulang yang sebenarnya

aku sendiri sebenarnya sangat ingin menetap di Melbourne untuk liburan singkat ini

tapi apa daya, cintaku kepada seorang kakak lebih besar dari egoku untuk berada di kenyamanan kota ini

terlepas dari keenggananku untuk kembali ke Jogja hanya seratus sekian hari dari tanggal kepulanganku yang terakhir

kata pulang ini tetap berteriak keras di hatiku

memukul setiap mili dari pembuluh darahku

membanting setiap sel darah yang mengalir melaluinya

membakar setiap sinyal sinyal yang dikirimkan oleh neuron neuron

kenapa pulang memiliki kekuatan sebegitu besarnya ?

mungkin karna pulang melibatkan banyak aspek penting

pulang itu kembali ke cinta

pulang itu menemukan keluarga kembali

pulang itu nostalgi

pulang itu menemukan kembali dirimu di tempat yang sama

menilik kembali setiap detik dari keputusan lamamu

memutar film lama yang berjudulkan namamu

sebuah film yang kau sutradarai sendiri

kau mainkan sendiri

dan hanya kau dan kau sendiri yang tahu maknanya

Banyak orang percaya kenangan itu tidak akan pernah bisa kau ingat dengan sebegitu detailnya

bahwa kau kenangan yang ada dikepalamu akan berubah seiring berjalannya waktu

hingga setiap detailnya mulai berkabut dan kau akan mulai berkhayal dan mengarang sendiri kenangan itu

menurut saya, semua itu salah

setiap sudut dari kamarmu

setiap denting dari jam dikamarmu yang sudah bertahun tahun mati tetapi tetap bersuara karna sisa sisa energi yang disimpan beterai dua puluh ribuan

setiap senyum dari ibumu

suara acara olah raga yang ditonton ayahmu

suara air yang dihujankan ke tanaman oleh pembantumu

atau suara gerbang yang ditutup oleh kakakmu yang baru saja pulang malam itu

setiap liku jalan itu pasti akan terngiang kuat dikepalamu

saya rasa sangat naif dan denial ketika orang menganggap sebuah kenangan itu mudah dilupakan

pada nyatanya kenangan adalah satu satunya ciptaan Tuhan yang tidak mungkin bisa ditiadakan

kenangan bukanlah hilang, kau tidak melupakan sebuah ingatan buruk, sebuah pengalaman pahit, sebuah kepatahan hati

kau hanya mengacuhkan keberadaannya

begitu juga dengan kenangan yang berubah

kenangan tidaklah berubah, kau hanya berada pada titik hidup yang berbeda yang membuatnya terasa berbeda

kau hanya melihatnya dengan mata baru

dengan pendirian baru

maka setiap perjalanan pulang adalah sebuah pemutaran film

film yang berjudulkan dirimu

film yang kau sutradarai

film yang akan selalu berubah

film yang tak akan pernah kau lupa

film yang hanya akan kau maknai dengan cara baru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s